Shopee vs TikTok Shop: Mana Lebih Cepat Dapat Order?
Shopee dan TikTok Shop punya model bisnis yang sangat berbeda. Perbandingan ini membantu seller pilih platform yang paling sesuai dengan produk dan kemampuan mereka.
Jawaban singkat: Shopee lebih cepat menghasilkan order pertama untuk seller baru tanpa konten video karena sistem pencariannya berbasis keyword. TikTok Shop lebih cepat viral tapi butuh kemampuan konten video yang konsisten. Pilih Shopee untuk produk utilitas, TikTok Shop untuk produk yang butuh demonstrasi visual.
TikTok Shop tumbuh drastis di Indonesia dalam dua tahun terakhir dan banyak seller mempertanyakan apakah harus pindah dari Shopee atau membuka toko di keduanya. Jawaban yang tepat bergantung pada jenis produk dan kapasitas konten yang dimiliki seller.
Model Bisnis yang Berbeda Fundamental
Shopee dan TikTok Shop beroperasi dengan logika yang berbeda sepenuhnya:
| Aspek | Shopee | TikTok Shop |
|---|---|---|
| Model discovery | Search-based (pembeli cari produk) | Content-based (produk "menemukan" pembeli) |
| Butuh konten video | Tidak wajib | Sangat penting |
| Waktu mulai dapat order | 1-7 hari (listing + basic setup) | Bervariasi, tergantung viral/tidak |
| Konsistensi order | Lebih stabil dan predictable | Bisa spike tinggi, bisa sepi |
| Biaya iklan | Shopee Ads (berbasis CPC/CPM) | TikTok Ads + affiliate komisi |
| Profil pembeli | Lebih luas, semua segmen | Lebih muda, Gen Z-Milenial |
Kecepatan Dapat Order Pertama
Untuk seller yang baru mulai tanpa audiens TikTok dan tanpa kemampuan buat konten video, Shopee hampir selalu lebih cepat menghasilkan order pertama. Alasannya sederhana: di Shopee, pembeli yang sudah berniat beli bisa menemukan produk kamu melalui pencarian keyword. Di TikTok Shop, kamu perlu konten yang cukup menarik untuk muncul di FYP pengguna yang mungkin belum terpikir mau beli.
Realitanya: seller tanpa strategi konten yang baik sering "nganggur" berbulan-bulan di TikTok Shop sambil menunggu video pertama yang viral.
Produk yang Lebih Cocok untuk TikTok Shop
TikTok Shop unggul untuk produk yang:
- Butuh demonstrasi visual untuk terlihat menarik (skincare dengan before/after, alat masak, produk kebersihan)
- Punya "wow factor" yang mudah disampaikan dalam 15-60 detik video
- Menyasar segmen usia 18-30 tahun yang aktif di TikTok
- Punya margin yang cukup untuk bayar komisi affiliate (biasanya 5-15%)
Produk yang Lebih Cocok untuk Shopee
Shopee lebih efektif untuk:
- Produk yang dicari berdasarkan spesifikasi (elektronik, spare parts, bahan bangunan)
- Produk dengan harga sensitif di mana pembeli membandingkan beberapa toko
- Kategori yang butuh kepercayaan tinggi sebelum beli (skincare dengan regulasi BPOM, makanan)
- Produk B2B atau bulk order
Struktur Biaya: Mana Lebih Murah?
Ini perbandingan biaya yang perlu diperhitungkan:
| Komponen | Shopee | TikTok Shop |
|---|---|---|
| Komisi platform | 2-5% per transaksi | 2-8% per transaksi |
| Biaya affiliate/kreator | Opsional (Shopee Affiliate) | Sering diperlukan (5-20% komisi) |
| Biaya konten | Minimal | Signifikan (waktu/uang untuk produksi konten) |
| Biaya iklan minimum | Rp 50.000 | Rp 100.000+ |
Untuk seller yang tidak bisa buat konten sendiri, biaya hire kreator TikTok atau bayar affiliate bisa membuat total COGS di TikTok Shop jauh lebih tinggi dari Shopee.
Strategi Multi-Platform yang Realistis
Banyak seller sukses yang menggunakan keduanya dengan cara yang berbeda: Shopee untuk kestabilan revenue harian, TikTok Shop untuk spike penjualan saat ada konten viral atau event live streaming.
Tapi mengelola dua platform sekaligus butuh kapasitas operasional yang memadai. Jangan buka TikTok Shop kalau Shopee-nya saja belum stabil.
Menurut laporan Kompas Tekno, Shopee masih memimpin pasar e-commerce Indonesia berdasarkan jumlah transaksi, meski TikTok Shop tumbuh pesat di segmen tertentu.
Kalau kamu sudah stabil di Shopee dan ingin ekspansi, Sellora bisa membantu menyusun strategi pertumbuhan multi-channel yang tepat untuk kondisi bisnis kamu.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah stok di Shopee dan TikTok Shop harus dikelola terpisah?
Idealnya ya, kecuali menggunakan software manajemen stok terpusat. Tanpa sistem terpusat, risiko oversold di salah satu platform sangat tinggi.
Bisakah seller Shopee langsung buka TikTok Shop tanpa pengalaman konten?
Bisa, tapi hasilnya sering mengecewakan tanpa strategi konten yang jelas. Pelajari dasar konten TikTok dulu sebelum investasi besar di platform ini.
Apakah TikTok Shop akan mengalahkan Shopee di Indonesia?
Sulit diprediksi. TikTok Shop tumbuh cepat di kategori tertentu, tapi Shopee punya ekosistem yang jauh lebih matang, infrastruktur logistik lebih baik, dan basis pengguna yang lebih luas di segmen usia 25-45 tahun.
Kesimpulan
Untuk order pertama yang cepat dan stabil: mulai di Shopee. Untuk scaling dengan konten yang kamu sudah kuasai: tambahkan TikTok Shop. Jangan tergoda buka keduanya sekaligus sebelum operasional di salah satu platform benar-benar solid.
Butuh bantuan mengoptimasi toko Shopee-mu?
Sellora siap mendampingi kamu dari nol sampai bisa jalan sendiri. Konsultasi gratis!
Konsultasi Gratis via WhatsApp